Sunday, November 23, 2008

Mengolah Kotoran Ternak Menjadi Energi Ramah Lingkungan

SIAPA sangka kotoran ternak bisa jadi sumber energi alternatif yang ramah lingkungan। Lewat proses fermentasi, limbah yang baunya amat merangsang itu dapat diubah menjadi biogas. Energi biogas punya kelebihan dibanding energi nuklir atau batu bara, yakni tak berisiko tinggi bagi lingkungan. Selain itu, biogas tak memiliki polusi yang tinggi. Alhasil, sanitasi lingkungan pun makin terjaga. Sejak terjadi krisis energi pada tahun 1973, masalah energi menjadi topik utama dunia.

Negara-negara maju mulai berlomba mencari terobosan baru dalam menghasilkan energi alternatif yang jauh lebih murah ketimbang minyak dan gas। Mereka pun menerapkan kebijakan diversifikasi energi. Tentunya ketergantungan pada energi tak terbarukan tadi makin berkurang. Ini wajar, sebab setiap krisis yang terjadi selalu memberikan efek pada kenaikan harga BBM serta ketersediaan yang kurang memadai. ”Salah satu contoh energi alternatif tadi adalah biogas. Energi ini punya masa depan cerah. Kita pun punya banyak bahan baku sumber energi itu,” ungkap Daru Mulyono dari Direktorat Teknologi Budi Daya Pertanian, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sayangnya, pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas ini kalah ngetop ketimbang pupuk tanaman dari kotoran itu.

Padahal dengan teknologi biogas, kandungan zat-zat alami yang terdapat pada kotoran ternak dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan energi yang kian meningkat. Jadi ribut-ribut soal pasokan energi yang kurang tidak bakal ada lagi. Pasalnya, biogas bisa dipakai untuk apa saja. Sebut saja mulai dari memasak, lampu penerangan, transportasi hingga keperluan lain yang perlu energi. Nah, bila biogas telah diaplikasikan secara luas, ribut-ribut kekurangan pasokan energi bisa dihindari. Dan urusan sanitasi lingkungan pun bisa teratasi. Namun menurut catatan ALGAS (1997), sektor peternakan merupakan kontributor kedua dalam angka emisi gas metan. Nomor satunya dipegang sektor pertanian. Bersama CO, N2O, NOx, gas metan adalah gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas di bidang pertanian dan peternakan. Fermentasi dari pencernaan ternak (enteric fermentation) menyumbang sebagian besar emisi gas metan yang dihasilkan peternakan.
Tapi, jangan khawatir, emisi gas metan yang muncul bisa dikurangi. Caranya, dengan perbaikan kualitas makanan ternak. Bila tidak, manfaatkanlah kotoran ternak tadi sebagai biogas. ”Di beberapa daerah, seperti Solo, implementasi sisa produksi menjadi biogas telah ada. Mereka sudah memanfaatkan kotoran ternak menjadi sumber energi panas untuk kebutuhan dapur,” ungkap Riska Elyza dari Pelangi Indonesia, sebuah LSM yang berkutat dalam masalah lingkungan. Bahkan mereka sudah berhasil merancang kompor khusus seperti layaknya kompor gas elpiji. ”Ini jadi bukti kalau biogas bisa diterapkan. Hanya saja ia butuh sosialisasi dan transfer teknologi yang gencar dari berbagai pihak,” tegas Riska.
Gas Rawa Biogas biasanya dikenal sebagai gas rawa atau lumpur. Gas campuran ini didapat dari proses perombakan kotoran ternak menjadi bahan organik oleh mikroba dalam kondisi tanpa oksigen. Proses ini populer dengan nama anaerob. Selama proses fermentasi, biogas pun terbentuk.
Dari fermentasi ini, akan dihasilkan campuran biogas yang terdiri atas metana (CH4), karbon dioksida, hidrogen, nitrogen dan gas lain seperti H2S. Metana yang dikandung biogas berjumlah 54 – 70 persen, sedang karbon dioksida antara 27 – 43 persen. ”Gas-gas lainnya cuma punya persentase sedikit saja,” ujar Daru. Selama proses itu, mikroba yang bekerja butuh makanan. Makanan tersebut mengandung karbohidrat, lemak, protein, fosfor dan unsur-unsur mikro. Lewat siklus biokimia, nutrisi tadi akan diuraikan. Dengan begitu, akan dihasilkan energi untuk tumbuh. ”Dari proses pencernaan anaerobik ini akan dihasilkan gas metan,” ungkap Daru.
Bila unsur-unsur dalam makanan tadi tak berada dalam takaran yang seimbang alias kurang, bisa dipastikan produksi enzim untuk menguraikan molekul karbon komplek oleh mikroba akan terhambat. ”Nah, untuk menjamin semuanya berjalan lancar, unsur-unsur nutrisi yang dibutuhkan mikroba harus tersedia secara seimbang,” tutur lelaki kelahiran Yogyakarta ini. Dalam pertumbuhan mikroba yang optimum biasanya dibutuhkan perbandingan unsur C : N : P sebesar 100 : 2,5 : 0,5.
Selain masalah nutrisi, ada faktor lain yang perlu dicermati karena berpotensi mengganggu jalannya proses fermentasi. ”Ada beberapa senyawa yang bisa menghambat proses penguraian dalam suatu unit biogas. Untuk itu, saat menyiapkan bahan baku untuk produksi biogas, bahan-bahan pengganggu seperti antibiotik, desinfektan dan logam berat harus diperhatikan saksama,” terang Daru.
Gas metan hasil fermentasi ini akan menyumbang nilai kalor yang dikandung biogas, besarnya antara 590 – 700 K.cal per kubik. Sumber utama nilai kalor biogas berasal dari gas metan itu, plus sedikit dari H2 serta CO. Sedang karbon dioksida dan gas nitrogen tidak memiliki konstribusi dalam soal nilai panas tadi. Sementara dalam hal tingkat nilai kalor yang dimiliki, biogas punya keunggulan yang signifikan ketimbang sumber energi lainnya, seperti coalgas (586 K.cal/m3) ataupun watergas (302 K.cal/m3). Nilai kalor biogas itu kalah oleh gas alam (967 K.cal/m3). Bahkan, menurut D. Wibowo dalam paper-nya Gas Bio Sebagai Suatu Sumber Energi Alternatif, setiap kubik biogas setara dengan setengah kilogram gas alam cair (liquid petroleum gases), setengah liter bensin dan setengah liter minyak diesel. Biogas pun sanggup membangkitkan tenaga listrik sebesar 1,25 – 1,50 kilo watt hour (kwh).
Dari nilai kalor yang dikandung, biogas mampu dijadikan sumber energi dalam beberapa kegiatan sehari-hari. Mulai dari memasak, pengeringan, penerangan hingga pekerjaan yang membutuhkan pemanasan (pengelasan). Selain itu, biogas juga bisa dipakai sebagai bahan bakar untuk menggerakkan motor. Menurut Daru, untuk keperluan ini, biogas sebelumnya harus dibersihkan dari kemungkinan adanya gas H2S karena gas tersebut bisa menyebabkan korosi. Agar tak timbul gas yang baunya seperti kentut itu, kita mesti melewatkan biogas pada ferri oksida. ”Nantinya ferri oksida inilah yang akan mengikat (gas) H2S tadi,” ucap Daru.
Bila biogas digunakan sebagai bahan bakar motor maka diperlukan sedikit modifikasi pada sistem karburator. Hasil kerja motor dengan bahan bakar biogas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti pembangkit tenaga listrik, pompa air dan lainnya. Selain itu, biogas juga bisa dipadukan dengan sistem produksi lain. (bayu mardana)

Monday, October 20, 2008

Ni dia satya em...,pnting gak sih untuk dbahas,,he,,,orangnya gemuk,tapi putih itu karena dia ada keturunan CINA,tapi dia INDONESIA,dia baik,ganteng,tapi dia playboy.

Purba,,em anak satu ini jebolan dari seminari sangat disayangkan karna dia tdk mau meneruskan pengabdianya.,

Yudan alias Vino alias spiderman alais KUNTET, anak satu ini gila apa boedoh,wahaaa..tapi dia sering nganter aku pulang.

Yosi...wah..gila+sinting,memeng kegilaanya sangat amat menghebohkan..

Chintia orang asli cirebon ni lumayan pinter,tapi GANDES,he,,,

Willi teman bermain ps ha...tapi aku selalu mbayarin karna aku kalah terus,ha...

Si wuk,cina jawa ni memang terkenal pelit tapi dia gila,,karna dia memang gila,,

Yosep,,sang profesor dari pl..karna dia memang sangat jenius,,gak tau dia makan apa tu sehingga dia bisa memecahkan semua mata pelajaran.

Mayori,,em,besar he,,tapi dia lucu dan baik,dia agak latah seingga sering di kerjain ma teman-teman.

Cristin ni memeng ce tapi gaya na kaya co,wah,,ngerikan sekali,

Olga,,wah orang deso ni rumahnya amt jauh bayangkan Tempel,wui,,banyak salak dumz,,?

Wulan alias oon memang agak oon sehingga anak-anak memangilnya dengan sebutan itu.

Dio agak Gandes he....tapi sedikit pintar,

Eli alias mbah uti,aku gak tau kenapa dipangil dengan sebutan itu,mungkin wajahna
memeng kaya mbah2,he,,tapi dia baik,

Helmi sang mami yang kemayu,he,,tapi sebenarnya dia baik kadang2 sih,,

Dika,cah anyar tur sudah ngaya,,he,,tapi dia agak baik.

Felix alais dono sang bakul mbako asal wonosobo yang suka ngantuan,

Trias anak asli jambi ni agak rajin,tapi gak pinbntar2 amat he,,,

Srintil alias yasinta wah,,ni anak memang terkenal narsis gak punya malu

Yesi,ce ni agak centil tapi sedikit pintar,,,ni agak kaya satya

Dimas melambai,,,alias yoan NO COMMENT.gak gitu ding,tapi dy g mw bersosialisasi gt jd kchan kan,,knp coba?,

Beni wah ni juga anak deso kancanya pak unggul.he,,tapi sebenarna dy baik sekali

Dita wah temennya beni juga ding,dia agak galak..sangar,tapi sebenarnya dia baik tapi klihatan sangar gt..

Vesta gadis kecil ni baik tapi pendiem tapi kalau sudah kenal hui...dijamin,....

Yuni anak ni pendiem,,jadi sulit utk dkuak jati diri nya .hee

Kadex anak bali ni agak galak tapi dia agak pinter,agak baik.tapi aku agak bohong

Clara ce ni agak centil agak baik agak manja agak pinter

Ristia wah,,,agak gila agak pinter,,

Aka sang ketua kelas dia mirip domba

Retno alias deso,agak gila tapi agak baik juga

Nunug,tjah basket tingi orangnya,

Firman pintar banget dia agak pendiam

Dimas panu sang tatat pada agama..agak pinter

Monday, October 13, 2008

Sma pl jogja hui….!!!,

Ktika melihat gedung sma pl,terkesan biasa2 saja,malah terkesan terpencil.m
Itu karena letaknya yang diapit oleh gedung Bi..,tapi jika kita melihat isi dari dalam,kesan mewah akan kita dapatkan.

Kepala sekolah pl..????,em..hi.,serem..dengan kebijakan yang terkesan otoriter tapi itu semua menjadikan sma ini amat maju.di Bantu dengan guru2 yang professional.

Jika berkunjung ke lingkungan sma ini,pasti akan di sambut baik,karena teman2 amat baik…hua…..,benar ga sih….????,